December 9, 2022

Techinfodepot.info – Apa kalian tahu, bahwa ada togel yang pernah legal di Indonesia? Berbicara mengenai sejarah togel, kapan dimulainya dan siapa pencetusnya, sama saja dengan menanyakan mana yang lebih dulu diciptakan: telur atau ayam? Yang jelas togel alias totoan gelap ini sudah dilegalkan di Indonesia, bahkan sudah dikelola sendiri oleh pemerintah pusat dan daerah sebagai upaya membantu pembangunan.

Ternyata inilah 5 togel yang dilegalkan di Indonesia dan alasan mengapa togel-togel tersebut pernah dilegalkan, yaitu sebagai berikut :

1. Lotto

Lotto adalah singkatan dari Totalizer Lottery atau Lotre Totalisator. Saat itu, pada tahun 1968, Lotto dijual oleh pemerintah daerah Surabaya dalam rangka penggalangan dana untuk meng-sukseskan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan diselenggarakan pada tahun 1969.

2. Toto dan NALO (Nasional Lotre)

Selain mengizinkan pendirian casino, Ali Sadikin yang saat itu menjabat Gubernur DKI juga melegalkan togel yang diberi nama Toto dan NALO. Akibat legalisasi perjudian, anggaran DKI yang semula hanya Rp. 66 juta, meningkat menjadi Rp. 89 miliar dalam 10 tahun. Wow, naik lebih dari 1000 persen!

Uang yang dihasilkan tersebut dimanfaatkan untuk membangun sekolah, rumah sakit, jalan, dan infrastruktur lainnya. Itu sangat membantu pembangunan di DKI Jakarta.

3. Porkas

Saat membeli kupon Porkas, pembeli diharuskan menebak hasil dari 14 klub yang bertanding di Galatama, apakah menang, kalah, atau seri. Peraturan Porkas cenderung lebih ketat daripada togel jenis lainnya. Porkas hanya diperbolehkan beredar hingga tingkat kabupaten. Selain itu, anak-anak di bawah usia 17 tahun juga dilarang menjual, mengedarkan, atau membelinya.

4. KSOB

Di penghujung tahun 1987, Porkas kemudian berganti nama menjadi KSOB alias Kupon Sumbangan Olahraga Berhadiah. Intinya sama, judi direstui pemerintah dengan dalih membantu pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga di Indonesia. Bedanya, di KSOB apa yang harus ditebak pembeli jauh lebih kompleks. Mereka tidak lagi menebak menang-seri-kalah, tetapi skor pertandingan.

Berdasarkan pantauan di Internet, jumlah dana masyarakat yang terkumpul dari KSOB tidak main-main. Bayangkan, dalam kurun waktu Januari-Desember 1987 alias hanya setahun, KSOB berhasil mengumpulkan Rp. 221,2 miliar.

5. SDSB (Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah)

Karena dianggap berdampak negatif, maka KSOB kemudian diganti dengan SDSB. Di SDSB, skor tidak perlu ditebak. Pembeli cukup membeli kupon undian yang telah disediakan yaitu kupon A senilai Rp5.000 dengan hadiah Rp1 miliar dan kupon B senilai Rp1.000 dengan hadiah Rp3,6 juta. Awalnya, kupon A dan B diundi seminggu sekali pada hari Minggu pukul 12 siang. Namun, karena antusiasme masyarakat yang tinggi, pengundian dilakukan dua kali dalam seminggu dan disiarkan melalui radio. Wah, tak terbayangkan betapa serunya orang-orang zaman dulu menunggu pengumuman pemenang togel di radio.

Pada akhirnya, sejarah dapat mencatat bahwa perjudian togel telah dilegalkan dan berkontribusi pada pembangunan di negara ini. Namun, kedua hal tersebut tidak dapat menyembunyikan fakta bahwa togel dapat berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat. Jadi wajar saja kalau togel ditiadakan.

Kami rasa penjelasan kami diatas sudah cukup untuk kalian yang penasaran. Apa kalian masih tidak percaya? Tapi itulah faktanya, kalian juga bisa searching diinternet jika kalian masih diambang-ambang gelisah.

Jangan lupa untuk gabung disitus yang kami rekomendasikan di Depo777, disana ada banyak game menarik yang gacor selain togel loh.